Beberapa Penyakit yang Bisa Diturunkan oleh Orangtua

Tak cuma faktor lingkungan & gaya hidup, faktor genetik juga berperan penting dalam kesehatan seseorang. Berbeda dengan faktor lainnya, penyakit yang diturunkan oleh orangtua pada dasarnya sulit untuk dicegah. Dalam tubuh seseorang ada kombinasi gen ayah dan ibu sehingga penyakit seseorang sesuai dengan gen siapa yang paling mendominasi. Ketika gen ayah yang paling mendominasi, berarti resiko terserang penyakit yang sama seperti diderita ayah lebih besar dan sebaliknya akan beresiko besar mengidap penyakit yang sama diderita ibu ketika gen ibu yang paling mendominasi. Berikut ini beberapa penyakit yang bisa diwariskan orangtua:

Tekanan darah tinggi

Seseorang dianggap mengidap penyakit hipertensi jika tekanan darah menunjukkan angka 140/90 mmHG atau di atasnya (normalnya berkisar di angka 120/80 mmHG). Penyakit tekanan darah tinggi tentu tidak bisa dianggap remeh karena menyebabkan penyumbatan, pecahnya, atau lemahnya pembuluh darah sehingga penderitanya mengalami komplikasi penyakit stroke, serangan jantung, gagal ginjal, gangguan mata, bahkan bisa sampai mengancam nyawa. Penyakit yang ditandai dengan kesemutan pada wajah, tangan, & kaki, pusing terasa berputar, mudah lelah, serta sulit berkonsentrasi ini salah satunya dipicu oleh faktor genetik.

Diabetes

Penyakit lain yang dapat diturunkan orangtua kepada anak-anaknya adalah diabetes atau sering disebut dengan penyakit kencing manis. Resiko terserang diabetes akan semakin tinggi ketika gaya hidup buruk seperti konsumsi karbohidrat berlebih, malas berolahraga, gemar makan junk food, dll selalu diterapkan. Penyakit ini juga patut diwaspadai karena bisa menyebabkan kaki diamputasi. Bagaimana tidak, penyakit kadar gula darah tinggi menghambat sirkulasi darah  yang membawa oksigen & nutrisi yang berguna untuk penyembuhan luka sehingga luka kecil sekalipun sulit sembuh tapi malah semakin meluas bahkan mempengaruhi tulang. Diabetes juga kerap disebut sebagai ibu dari segala penyakit. Tidak lain karena mempengaruhi banyak organ lain dalam tubuh seperti jantung, ginjal, mata, dsb.

Hemofilia

Penyakit hemofilia adalah kondisi di mana seseorang mengalami kekurangan faktor pembekuan darah. Akibatnya, penderitanya akan mengalami perdarahan berlebihan meskipun hanya mengalami luka kecil serta rentan sekali mengalami mimisan. Penyakit ini juga menyebabkan komplikasi di antaranya kerusakan sendi, infeksi, pembengkakan, dsb. Bagaimana seseorang bisa mengidap hemofilia? Hal ini terjadi karena seseorang yang kekurangan vitamin K. Normalnya setiap orang membutuhkan 1 mikrogram vitamin K untuk setiap kg berat badannya atau seseorang yang memiliki berat badan 50 kg membutuhkan asupan vitamin K sebanyak 50 mikrogram per harinya. Di samping itu, faktor keturunan juga memiliki peranan penting terhadap munculnya gangguan kesehatan ini.

Albino

Seseorang yang terserang albino memiliki rambut, kulit, termasuk mata berwarna terang atau sama sekali tidak berwarna karena mereka mengalami kekurangan produksi melanin (pigmen yang memberi warna pada rambut, kulit, juga mata). Penderita albino juga sensitif terhadap paparan sinar matahari serta berpotensi terserang kanker kulit. Apa penyebab seseorang menderita penyakit ini? Selain karena kelainan metabolisme di mana tubuh gagal menghasilkan pigmen pemberi warna dan adanya mutasi gen di mana gen yang sehat berubah menjadi abnormal sehingga menghambat terbentuknya melanin, albino juga disebabkan karena faktor keturunan.